06 Juli 2007

Tamukah kita di rumah kita sendiri ?

Jawaban dari kita mungkin akan berbeda-beda, walaupun sebagian besar mungkin akan mengatakan saya adalah tuan rumah di rumah saya sendiri. Tapi tunggu dulu, ternyata kita belum menjadi tuan rumah di rumah kita sendiri, kita adalah tamu atau penonton atau musafir yang bertamu ke rumah yang dibuat oleh poli dan popung kita yang notabene rumah tersebut masih rumah kita sendiri. Sungguh ironis.

Kita adalah sebagai pemilik rumah, dan kitalah seharusnya yang mengatur rumah tersebut dengan membentuk dan menata sedemikian rupa sesuai dengan selera kita. Design interior dan exterior, dan segala pernak-pernik rumah kita bentuk sesuai dengan jiwa, budaya dan spirit yang kita miliki.

Rumah besar yang kita buat, akan ditempati oleh keluarga dan sebagiannya disediakan untuk tamu dan musafir. Kita memang harus menyediakan tempat untuk orang lain, karena kita tidak bisa hidup sendiri. Sebagai tamu atau orang yang "menumpang" maka wajib menjaga tata krama, sopan santun dan menghormati adat istiadat yang berlaku di rumah tersebut. Tidaklah pada tempatnya, jika tamu tersebut menjadi raja yang harus dilayani.

Tanoh Pakpak yang merupakan rumah besar harus diatur oleh orang yang mengerti dengan Tanoh Pakpak dan itu tentunya adalah orang yang berasal dari Pakpak. Perasaan kita akan terusik, jika ternyata Tuan Besar di rumah itu adalah orang lain. Bahkan para menteri sampai dayang-dayangnya adalah orang lain juga.

Untuk menjadi Tuan Rumah, tidaklah cukup berbekal spirit, walalupun spirit tetaplah hal yang harus kita miliki. Lebih dari spirit, kita harus memiliki kebersamaan dan "bekal" yang lebih dari cukup untuk kembali merebut rumah besar ini.

Siapkah kita ?

Tulisan ini dikhususkan kepada komunitas Pakpak. Mari berkomentar !

05 Juli 2007

Jadi orang terkenal, apa untungnya ya ?... hehehe


Mungkin kita sama, senang jika bertemu orang terkenal. Bahkan mungkin Anda lebih ekstrem lagi, melakukan berbagai cara agar dapat bertemu dengan orang terkenal... selebriholic.... (kalau ini kata baru made in this site.. hehehe). Paling tidak dapat memuaskan rasa penasaran dan mungkin ujung-ujungnya ada rasa bahagia atau bangga. Padahal ketika sudah bertemu, hehe.. biasa saja.

Karena kita bukan orang terkenal, nah pertanyaan ini mungkin bisa kita tanyakan ke Mas Bimbim Slank, apa untungnya jadi orang terkenal ya ??

Kita Butuh Selamat !

Perusahaan-perusahaan dengan tingkat resiko tinggi, seperti tempat saya bekerja yang merupakan kontraktor pertambangan, konsentrasi kepada hasil dan kualitas kerja adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Segala upaya harus dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Dan masalah keselamatan (safety) merupakan satu hal yang menjadi indikator kualitas pekerjaan di area yang penuh resiko ini.

Sosialisasi mengenai "rule of the game" dan sosialisasi mengenai betapa pentingnya keselamatan harus dilakukan terus menerus. Semua orang harus selalu diingatkan bahwa selamat itu penting. Dengan harapan akhir bahwa safety adalah kebutuhan setiap orang dan bukan karena keharusan/paksaan. Atau dengan kata lain, safety menjadi budaya.

Berperilaku selamat dalam melakukan apapun, walaupun bukan di tempat bekerja, adalah suatu keharusan. Berkendara di jalan raya misalnya, semua orang harus disiplin mengikuti aturan jalan raya yang berlaku. Betapa nikmatnya perjalanan ini ketika tidak ada yang asal menyalib, ugal-ugalan, berhenti di sembarang tempat, tidak pakai helm ketika naik motor dan lain-lain.

Perilaku kita memang banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Ketika di sekitar kita bebas tidak menggunakan helm ketika naik motor, maka lambat laun kita dapat terpengaruh. Ketika orang-orang merokok di kendaraan umum, maka kita dapat terpengaruh untuk merokok pula. Padahal kita sebenarnya dapat menjadi orang yang mempengaruhi lingkungan untuk menjadi lebih baik dimana kita semua butuh keselamatan. Jadi, mau seperti apakah kita, dipengaruhi atau mempengaruhi ?

Bontang, 5 Juli 2007.

02 Juli 2007

Berselancar di Kantor atau Rumah ?

Mendapat informasi adalah suatu kebutuhan yang tampaknya sudah menjadi menu wajib. Betapa penasarannya ketika mendapat informasi yang setengah-setengah, misal "Jogja kena gempa", muncul pertanyaan yang ingin mendapatkan info lebih detail, "Jogjanya dimana", "yang rusak apa saja" dan lain-lain. Yang pasti media internet menjadi salah satu pelepas dahaga akan informasi.
Berselancar di internet memang butuh waktu yang tepat. Di kantor, waktu berselancar cukup terbatas dan juga terbatas pada hal-hal yang "berbau" pekerjaan, walaupun juga sering mengakses situs lain seperti situs berita. Tapi ada perasaaan tidak "enak" ketika membuka situs yang tidak berhubungan dengan kerja di kantor. Lagipula banyak situs yang berhubungan dengan individu sudah diblok oleh firewall kantor. Nah.. akhirnya, berselancar di rumah lebih mengasyikkan dan yang pasti bebas .. hehehe.
Situs-situs yang sering dikunjungi, walaupun tidak setiap hari antara lain adalah:
  1. fastncheap.com, untuk spesifikasi dan harga hardware IT, pilihan keduanya adalah bhinneka.com.
  2. detik.com, untuk berita dan informasi aktual, pilihan kedua adalah www.kompas.co.id.
  3. pakpakonline.com, untuk informasi komunitas Pakpak.
  4. ilmukomputer.com, untuk informasi dan knowledge IT.
  5. harian-global.com, untuk berita Sumut, pilihan keduanya adalah www.waspada.co.id.
  6. kaltimpost.web.id, untuk berita Kaltim.
  7. alumniamikom.org, www.amikom.ac.id, groups.yahoo.com/groups/amikomjogja untuk informasi almamater.
  8. gmail.com untuk email pribadi.
Bagaimana dengan situs pilihan Anda ?

01 Juli 2007

Jakarta atau Luar Jakarta ?

Kerja di Jakarta atau luar Jakarta ? Pilihan yang tidak mudah.

To be continue..