Perusahaan-perusahaan dengan tingkat resiko tinggi, seperti tempat saya bekerja yang merupakan kontraktor pertambangan, konsentrasi kepada hasil dan kualitas kerja adalah hal yang mutlak harus dilakukan. Segala upaya harus dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Dan masalah keselamatan (safety) merupakan satu hal yang menjadi indikator kualitas pekerjaan di area yang penuh resiko ini.Sosialisasi mengenai "rule of the game" dan sosialisasi mengenai betapa pentingnya keselamatan harus dilakukan terus menerus. Semua orang harus selalu diingatkan bahwa selamat itu penting. Dengan harapan akhir bahwa safety adalah kebutuhan setiap orang dan bukan karena keharusan/paksaan. Atau dengan kata lain, safety menjadi budaya.
Berperilaku selamat dalam melakukan apapun, walaupun bukan di tempat bekerja, adalah suatu keharusan. Berkendara di jalan raya misalnya, semua orang harus disiplin mengikuti aturan jalan raya yang berlaku. Betapa nikmatnya perjalanan ini ketika tidak ada yang asal menyalib, ugal-ugalan, berhenti di sembarang tempat, tidak pakai helm ketika naik motor dan lain-lain.
Perilaku kita memang banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Ketika di sekitar kita bebas tidak menggunakan helm ketika naik motor, maka lambat laun kita dapat terpengaruh. Ketika orang-orang merokok di kendaraan umum, maka kita dapat terpengaruh untuk merokok pula. Padahal kita sebenarnya dapat menjadi orang yang mempengaruhi lingkungan untuk menjadi lebih baik dimana kita semua butuh keselamatan. Jadi, mau seperti apakah kita, dipengaruhi atau mempengaruhi ?
Bontang, 5 Juli 2007.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas komentar yang Anda berikan.