
Suka duka hidup bersama rekan seperjuangan di asrama dan hiruk pikuk kegiatan belajar yang tak pernah berhenti, terlintas kembali. Enam tahun tinggal di PPWS Ngabar Ponorogo (1987-1993) meninggalkan beragam kenangan. Kenangan yang memunculkan emosi untuk mengulang kembali sejarah itu... tapi tak mungkin.
Teringat teman seangkatan si Hilal, Miftah, Acung, Lalu (dimanakah mereka) dan teman-teman yang makan satu tampah bersama, hanya nasi dengan lauk kerupuk dan kecap atau bahkan hanya nasi ... ehm.. sungguh nikmat kebersamaan itu. Entah kalau sekarang, mungkin anakku akan enggan makan dengan lauk minimalis itu.. Zaman memang sudah berbeda.


Pertanyaan: Dimanakah Kenangan Itu? Jawabanya: kenangan-kenangan itu selalu bertebaran dilubuk hati para Alumni Ngabar sedunia :)
BalasHapusSalam kenal Bang, Saya Mu'tashim El-Mandiri, biasa dipanggil El-man. Alumni ke 39 2005 (beda jauh yaa he..he). Dan tahun 2005 setelah alumni, langsung melanjutkan studi di al-Azhar Mesir. Asal Kupang Nusa Tenggara Timur (kalau masih ingat perkumpulan konsulat di pondok, saya konsul Banustra yang sekarang sudah bergabung dengan konsulat Kalsumi dengan nama INTIM-Indonesia Timur)
betul, semua pun sedang merasakan kerinduan yang sangat, tak terkecuali kami yang baru saja berapa tahun berpisah dengan pondok tercinta, apalagi mereka yang sudah bertahun0tahun (gak kebayang kali yaa, gimana rindunya akan pondok he..he).
aktifitas rutinan santri Ngabar yang begitu membekas hingga saat ini dan menjadi cikal bakal kesuksesan yang kita rasakan adalah sebuah kenangan terindah; jam 4 pagi sudah dibangun shalat shubuh oleh kismu Majda (majlis Da'wah PD), i'tail mufradat oleh para muharrikul lughah, muhadatsah depan masjid atau sawah setiap hari senin dan jum'at, mandi bareng di bak-bak kecil yang menyebabkan Jarban di seluruh tubuh, lari-lari ke dapur "A" hanya untuk mngejar sepiring nasi ditambah sambal dan selembar kerupuk buatan mbok-mbok dapur, ditambah i'dhaf siang hari setelah sepulangnya sekolah, dan berlanjut hingga jam 10 malam tepat waktu tidur malam dimana-dimana mimpi indah selalu menemani.
belum lagi ditambah kenang-kenangan pahit yaitu "sidang-menyidang" konsul atau pengurus daerah yang terkadang membuat hati ini tercabik-cabik ingin membalas dendam. tapi lagi-lagi selalu saja, ingatan akan pengorbanan para astatidz membuat kenangan-kenangan pahit menjadi manis laiknya madu yang habis diperas. Wallahi Helwah Awi (sangatlah indah).
syukran bang, semoga dengan perkenalan singkat ini, dapat mengantarkan kita pada lingkaran persaudaraan sebagai alumni PPWS dan ikatan ikhwanul muslim. Wallahu musta'an.
Akhukum Fillahi El-man.
hemmm aku ingat anda, :) tapi mungkin anda lupa saya.
BalasHapussaya yusuf harun sum-sel (lubuklinggau)
lihat ini : http://yuzefhr.multiply.com/photos/album/3/Yuzef_IS_here#1 yang tulisan WAH itulah saya :)
Salam...
BalasHapusWah..perasaan yang sama bang..Hanya sayang jika antum 93 dah keluar, saya baru masuk 94 dan selesai 2000. Mungkin Wali kelas saya kelas satu Ust. Almuzani dari Lombok seperiode dengan Abang...
Selamat dan Sukses selalu
Ahmad Tarmidzi
34, Riau
Terima kasih rekans atas komentarnya.
BalasHapus1. Salam kenal buat rekan El-Man dan Ahmad Tarmizi. Dan buat mr yusuf harun, Insya Allah saya masih ingat setelah lihat photonya. Semoga kita semua dilindungi oleh Allah Swt. Amin.
2. Semoga kenangan indah di Ngabar dapat menjadi inspirasi kita untuk berjuang hidup.
3. Btw, dimanakah antum saat ini tinggal?
Wassalamu alaikum wr.wb
Irham HP
Mobile: 0812 58 627 44
Askum kaifa haluk?
BalasHapusana alumni 40 bang...:)